Stefani Hid ..

If sex can't make two persons become one, words do.

Home Works About Links Contact

 

Bukan Saya, tapi Mereka yang Gila

 

 

"Bukan Saya, tapi Mereka yang Gila" is about an adolescent girl, named Nian, with her conflicts: family, lovers and existential anxiety -her early encounter with existential philosophy- that lead her into struggles, self identity searching, survival in such oppression and overcoming her problems and conflicts. Told using first person point of view, "Bukan Saya, Tapi Mereka yang Gila" is a story about a transitional life through details with emotions. 

 

 

 

 

 

Soulmate

 

 

"Soulmate" told a story of a young Burmese man as an expatriate in Indonesia named Latt; with his lonely, neglected yet thoughtful life- and his encounter with a whore named Marla. Marla's unbearable obsession about her fear toward death brings the story into struggles to live without fear, seeking for a solution with some surrealist scenes and yet logically realistic.

 

Commentaries:

 

"Sebuah novel dengan nafas dan suspens cerpen. Sealur sungai yang tenang dengan jeram yang dialokasikan pada titik yang tepat." (Dewi Lestari, penulis, pencipta lagu, penyanyi)

 

"Buku ini menjanjikan eksplorasi yang lebih dalam tentang ketakutan dan kesendirian. Ada sepercik harapan yang selalu muncul di balik gelapnya keterasingan:cinta." (Intan Paramaditha. Penulis, dosen sastra inggris Universitas Indonesia)

 

"Bercerita sangat hidup tentang kematian. Karya dewasa dari pencerita yang sangat muda." (Indra Herlambang, presenter)

 

"Membaca cerita ini membuat kita terangsang, ingin menjadi bagian darinya." (Alex Komang, Aktor)

 

"Menarik untuk dibaca, terutama bagi mereka yang ingin memahami psikologi individu secara mendalam." (Roslina Verauli, psikolog, dosen psikologi Universitas Tarumanegara)

 

 

 

 

 

Cerita Dante

 

 

"Cerita Dante" told a story about some people with their own life and problems; poverty, boredom, weariness, sickness, oppression, madness, seeking for a meaning, desperation - that accidentally connected to each other. Absurdity theme is sometimes strongly revealed through the characters and their journeys. The story is told by Dante, a boy who is left by his mother and lives with his traumatic grandfather after the tsunami. 

 

Commentaries:

 
"Dari karya ke karya, Stefani Hid membuktikan diri
sebagai seorang penulis muda yang punya suara yang
orisinil serta eksplorasi tema yang berani berbeda.
Stefani Hid adalah penulis serius yang patut kita
ikuti perkembangannya." (Richard Oh)
 

"Novel ini diawali dengan obsesi kematian, karena pada hakikatnya, hidup hanyalah sia-sia. berawal dari obsesi ini maka tulang punggung novel ini, yaitu karakterisasi, plot, dan gaya bahasa menggelinding ke arah tema sentral, bahwa apa pun yang terjadi, kematian, tanpa dapat dihindari, sebetulnya menakutkan." (Budi Darma)

 

 

 

 

 

Oz

 

 

Fourth book by the author is short stories collection (Nine titles). Some stories expose an intense stream of consciousness. Psychotic and neurotic mind, the awareness of pain, though realistic, becomes theme of some stories. The details of description are one of the stories characteristic.

 

Commentaries:

 

Brilian! Stefani Hid telah sampai jauh di depan, menjelajah ranah kreativitas yang bahkan belum mampu sekedar diduga para penulis sepantarannya. Tema-tema dan para tokohnya tidak biasa. Stef menghayati kegilaan dan fasih mengisahkannya dengan intensitas yang juga gila. (Sitok Srengenge, Penyair)

 

Meskipun karakter dan tema cerita-cerita Stefani tak lazim, teks-teks itu hadir dalam struktur yang tak cerai berai. Karena itu terror, horror, dan segala yang mengganggu kehidupan steril, mengalur dan mengalir deras dalam kumpulan cerita yang antihero dan antilogika ini. Stefani justru memilih struktur teks yang aman untuk memunculkan tragic-komik kehidupan yang kompleks. (Triyanto Triwikromo, Sastrawan dan Redaktur Sastra)

 

Dalam menulis cerpen, Stefani Hid seperti sedang menggerakan kuas untuk melukis rasa sakit, dengan pelbagai impressi. Sejumlah cerpennya berusaha membongkar sisi gelap kemanusiaan kita: perilaku dan emosi yang acap kita ingkari sendiri, demi harkat yang mungkin semu. Menghanyutkan sekaligus ‘menjerumuskan’, namun menyenangkan sebagai sebuah pengalaman membaca. (Kurnia Effendi, Penulis Cerpen)

 

[Dalam ‘Penghuni Kepalaku’], untuk menghilangkan perasaan tersebut tokoh ‘aku’ malah mulai makan macam-macam obat, minum alkohol dan merokok. Tapi makin mencoba menahan perasaan berdosa, makin hati tokoh ‘aku’ berontak, makin kuat pikirannya kacau berteriak, makin kuat nafsunya untuk menghancurkan diri sendiri dan orang lain. (Dr. Monika Arnez, Penulis, Peneliti dan Pengajar Sastra Indonesia dan Asia Tenggara)

 

 

 

 

 

Short Stories

Oz (Koran Tempo, Sunday, August, 30, 2003)

Penghuni Kepalaku (Suara Merdeka, 2003)

Mars (Jurnal Prosa 4, Metafor, 2004)

Litost (Media Indonesia, Sunday, May, 30, 2004)

Jamais Vu (Koran Tempo, Sunday, July, 4, 2004)

Solitude (Matra, September, 2004)

Awan (Spice!, September, 21-october, 4, 2004)

Majenun (Matra, September 2006, no.230)

 

 

 

 

 

Play

Dying of the Shadow

(Written in English)

 

"Dying of the Shadow" is about a group of sad people; who bear their own various problems: from hatred, madness, existential anxiety, perseverance of innocence, keeping purity, carrying on in this absurd world, life with ignorance, finding a partner for life with sex and pedophilia sickness. They are followed by Shadow because they are blocking the light and Shadow usually comes, lingering in the wall when negative energies occupy people. At the end, some are getting happy- such a pure happiness comes in a sudden -quite impossible but that is indeed happens for some reasons; the bright good love, the power of serotonin. Shadow that from the beginning follows them and always becomes a cynic, later he is dying when they are happy, because Shadow is born from the seed of pain.

 

 

 

 

Some News

The Jakarta Post

Young writers test the limits of teenlit

Living the Writer’s Life

 

Majalah Tempo

Sekeranjang Sastra tanpa Sayembara

 

Sinar Harapan

”Mereka yang Gila” dalam Novel Stefani Hid

 

Surya Online

Ajak Pembaca Lebih Sadar dalam Hidup

 

Sriwijaya Post

Link